Cara Mengatasi Kerusakan Dinding Karena Banjir

Membersihkan dinding rumah dari air bekas banjir harus dilakukan dengan menyeluruh dan tuntas.Hal itu penting karena air tersebut membawa kandungan bakteri dan garam yang dapat merusak plester,acian dan cat.Berikut ini adalah cara-cara yang benar untuk memperbaiki dan menyelamatkan dinding dari kerusakan.

1.Bersihkan dinding dan lantai dengan deterjen serta disinfektan sesegera mungkin untuk membunuh bakteri pada permukaan.Pemutih memang salah satu bahan kimia yang kuat untuk membersihkan dinding,tetapi kita harus hati-hati dalam menggunakan produk pemutih tersebut karena dapat merusak material lain dan memiliki bau yang sangat kuat.

2.Langkah berikutnya adalah mengeringkan dinding secepat mungkin.Lepaskan semua wallpaper,kain dan bahan-bahan aksesoris lainnya yang menempel di dinding.Bersihkan kembali dinding dengan disinfektan.

3.Kupas cat yang menempel pada acian untuk diuji kadar airnya dengan menggunakan Protimeter.Jika Anda tidak memiliki Protimeter,cara lainnya adalah dengan menempelkan tangan pada acian tersebut sebagai panduan untuk mengetahui tingkat kebasahannya.

4.Kupas acian dan plesternya,apabila tahap pertama kadar airnya tinggi,tahap selanjutnya adalah memeriksa apakah batu batanya juga basah.

5.Jika batu bata basah,kemungkinan air banjir yang terkontaminasi telah membawa bakteri dan garam ke dalam dinding dan batu bata.

6.Perkembangan mold (jamur) akan terlihat dalam waktu 3-4 hari pada dinding.Tunggu beberapa minggu dan amati sambil menunggu dinding benar-benar kering.Setelah dinding kering,apabila terlihat bercak hitam atau putih berarti air telah membawa bakteri dan garam ke permukaan dan menunjukan bahwa plester dan acian telah terkontaminasi.

7.Perikasa juga apakah acian dan plester terikat dengan baik untuk batu bata.Hal ini dapat diuji dengan mengetuk-ngetuk dinding dengan koin agar terdengar suara padat atau berongga.Jika ragu kupas beberapa bagian kecil acian dan plester.

8.Jika plester terkontaminasi atau tidak terikat dengan baik,tembok tersebut harus dikupas.Cuci bata dengan disinfektan dan biarkan kering.Kadar air maksimal 15 persen yang dapat diukur dengan Protimeter sebelum Anda melakukan plester ulang.

9.Jika plester dan acian tidak terkontaminasi maka dinding dapat dicat ketika kadar air dibawah 15 persen.

10.Jangan menyalakan listrik sampai semua switch dan kabel mengering.

11.Jangan menyalakan AC karena dinding yang terkontaminasi akan tumbuh jamur dalam beberapa hari dan spora bisa masuk ke dalam filter AC.Jamur jenis ini dapat menyebabkan alergi dan masalah pernapasan seperti asma.

Perbaikan Dinding

Apabila kadar air dibawah 15 persen,tunggu kira-kira 2-3 minggu agar cukup aman untuk menggantikan plester,acian dan cat.Gunakan mortar yang berkualitas yang mengandung pasir dan semen berkualitas yang dicampur dengan bahan kimia yang tepat untuk kinerja yang baik.Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk perbaikan dinding :

1.Plester

Tambahkan cairan waterproofing atau bonding agent cair untuk membuat plester lebih tahan air.Ikuti rekomendasi pencampuran produk atau dapat juga menggunakan lem putih dengan perbandingan 3 kg untuk 40 kg plester.

2.Acian

Tunggu 2 minggu hingga plester kering dan kemudian aplikasikan TR-30 Acian Putih untuk hasil terbaik.Tambahkan cairan waterproofing mirip dengan plester yaitu 3kg untuk 40 kg TR-30 Acian Putih.Aplikasiakn TR-30 Acian Putih dengan menggunakan roskam besi atau plastik fleksibel dan terakhir gosok menggunakan styrofoam atau blok karet tebal.

3.Pengecatan

Pengecatan dapat dilakukan setelah 5 hari atau kadar air kurang dari 15 persen.Jika memakai acian semen tradisional harus mengaplikasikan plamur pada lapis pertama dan menunggu 3 minggu sebelum dicat.Jika memakai TR-30 Acian Putih tidak perlu menggunakan plamur.Pengecatan dapat dilakukan sebanyak 2 lapis untuk indoor dan 3 lapis untuk outdoor.Untuk membuat dinding lebih tahan air,gunakan "Cat External 100% Acrylic" baik untuk pengecatan indoor maupun outdoor.