Usia Pakai Material Bangunan dan Solusinya Jika Mengalami Kerusakan

Dalam memilih material bangunan, sebaiknya juga mengetahui berapa lama usia pakai material bangunan tersebut agar tetap bisa dipakai atau berfungsi dengan baik. Penurunan kualitas material dan bagian bangunan bisa berpengaruh besar, terutama dari segi keselamatan. Ini karena kayu bisa lapuk dan berubah bentuk, dak beton bisa keropos dan sebagainya.

usia pakai material bangunan

Material bangunan untuk struktur, yang bertahan paling lama adalah dinding batu alam (seperti yang kadang digunakan dalam bangunan masa lalu). Sedangkan struktur konstruksi kayu hanya bisa bertahan sekitar 30 tahun untuk kemudian mengalami penurunan kualitas dan performa material.

Berikut daftar beberapa perkiraan usia pakai material bangunan yang umum digunakan dalam bangunan :

Bagian struktural

  • Dinding batu alam lebih dari 90 tahun
  • Dinding batu bata antara 60-90 tahun
  • Dinding beton antara 60-90 tahun
  • Dinding konstruksi kayu antara 30-60 tahun
  • Lantai beton bertulang antara 60-90 tahun
  • Lantai konstruksi kayu antara 30-60 tahun
  • Tangga beton bertulang antara 60-90 tahun
  • Kolom beton bertulang antara 60-90 tahun
  • Kuda kuda atap kayu antara 30-60 tahun
  • Kuda kuda atap bola antara 30-60 tahun
  • Atap pelat beton antara 30-60 tahun

Bagian Pengisi

  • Dinding papan kayu luar antara 10-30 tahun
  • Dinding papan kayu dalam antara 30-60 tahun
  • Dinding Gypsum antara 10-30 tahun
  • Plesteran dinding luar antara 10-30 tahun
  • Plesteran dinding dalam antara 30-60 tahun
  • Lantai ubin semen antara 17-30 tahun
  • Lantai ubin teraso antara 17-30 tahun
  • Lantai keramik antara 17-30 tahun
  • Lantai papan kayu antara 17-30 tahun
  • Lantai Parket kayu antara 17-30 tahun
  • Kusen kayu jati antara 30-90 tahun
  • Kusan kayu Kalimantan antara 30-60 tahun
  • Jendela bingkai kayu antara 15-75 tahun
  • Jendela nako antara 15-30 tahun
  • Pintu dalam daun tripleks antara 10-30 tahun
  • Pintu rumah kayu masif antara 15-30 tahun
  • Pintu lipat baja antara 15-30 tahun
  • Pintu kerai aluminium antara 10-20 tahun

Lalu, bagaiman solusinya ketika bangunan mulai mengalami kerusakan ? Apabila mengalami kerusakan struktural lebih dari 40%.sebaiknya bangunan tersebut menjalani pemugaran secara total. Tapi, bila kerusakan masih dibawah 40% dan pondasi dalam keadaan baik, maka hanya perlu dilakukan pemugaran sebagian.

Sebagian ahli bersikeras bahwa apabila usia pakai material bangunan telah habis, solusinya adalah harus diratakan dengan tanah. Namun sebagian arsitek berpendapat bahwa dengan perbaikan, perawatan serta pemugaran sebagian saja, ini masih cukup efektif untuk menjaga keamanan bangunan. Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk usaha perawatan antara lain :

1. Mengganti kusen pintu dan jendela dengan material yang lebih baik. Mengganti kusen dengan bahan material lebih kuat seperti aluminium akan memperpanjang usia pakai material bangunan tersebut.

2. Plester ulang bagian-bagian tembok yang rusak karena termakan usia ataupun karena pencampuran material yang tidak baik. Beberapa bagian tembok bahkan akan hancur karena lapuk, yang seperti ini harus diperbaiki secara total agar hasilnya sempurna.

3. Pemeriksaan tulang-tulang bangunan, apabila terdapat kerusakan maka sebaiknya diperbaiki atau dibuat tulang penyangga tambahan bila diperlukan.

Kesimpulannya adalah bahwa yang terpenting adalah untuk selalu merawat dan menjaga bangunan untuk keamanan kita bersama. Jangan pernah ragu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan ahlinya mengenai usia pakai material bangunan yang dipakai di rumah Anda. Siapa tahu ada bagian bangunan yang sudah habis usia pakainya dan harus segera diperbaiki.