Perbaikan Produk Teraso Agar Lebih Diterima oleh Pasar

Pertumbuhan pembangunan hunian di Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan bagi industri bahan bangunan. Besarnya pasar pada pembangunan hunian merupakan salah satu alasan bagi industri bahan bangunan untuk berinovasi dalam menghasilkan produk terbaik guna pemenuhan kebutuhan pasar, mulai dari bahan bangunan yang sifatnya struktural, finishing hingga bahan yang sifatnya pelengkap.Nah, bahan bangunan yang akan diulas berikut ini adalah produk teraso, yang merupakan salah satu bahan finishing.

Produk Teraso

Walau dengan segudang keunggulan sekalipun, produk teraso masih sulit dijadikan sebagai material finishing alternatif bagi pasar di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh lamanya waktu pembuatan dan juga sering terjadinya retak rambut sehingga membuat pasar enggan menggunakan produk teraso. Kecilnya pangsa pasar produk teraso saat ini merupakan gambaran bahwa produk teraso saat ini belum mampu bersaing dengan produk keramik maupun marmer.

Dengan tujuan untuk dapat menghadirkan produk teraso yang sesuai dengan harapan pasar, Product Application Development PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, menggandeng industri  pembuat teraso untuk melakukan perbaikan pembuatan teraso di laboratorium dengan target mempersingkat total waktu pembuatan 1 teraso, mengurangi retak rambut dan juga mengurangi ketebalan lapisan teraso.

Untuk membuat teraso yang cepat pengerjaannya, tim menambahkan addictive ViscoCrete dari SIKA pada campuran teraso guna mendapatkan kuat tekan awal tinggi sehingga pemolesan dapat dilakukan setelah 3 hari. Penggunaan ViscoCrete tersebut dapat mereduksi penggunaan air sebesar 24% sehingga menjadikan kuat tekan awal teraso menjadi tinggi (2 kali lipat).

Dari peningkatan 7 kuat tekan tersebut menjadikan ketebalan teraso dapat direduksi. Berkurangnya penggunaan air juga akan mereduksi retak pada teraso, namun tim menambahkan kawat wiremesh sebagai penahan.

Perbaikan yang telah dilakukan menghasilkan produk teraso sesuai dengan target. Total waktu pembuatan teraso dapat dipangkas menjadi 1 minggu (3 hari sudah dapat dipoles), dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 2-3 minggu. Ketebalan teraso dapat direduksi hingga 50%, dari yang tadinya 3cm menjadi 1.5cm (1 cm setelah dipoles). Retak rambut yang terjadi pada teraso dapat dihilangkan dengan penambahan wiremesh.

Teraso hasil perbaikan ini telah dikomunikasikan ke beberapa industri pembuat teraso, mereka sangat mengapresiasi dan ada beberapa yang telah menerapkan ke proyek yang sedang mereka kerjakan. Menurut Wiratmo pemilik pabrik ubin Kota Mas Bogor, teraso hasil perbaikan ini cocok untuk digunakan sebagai lapisan dinding dengan sistem precast, sehingga dapat mengefisienkan waktu dan biaya.

Semakin tipisnya lapisan teraso dan pemolesan dapat dilakukan lebih cepat akan meningkatkan produktivitas tukang, sehingga kita berpeluang untuk mengerjakan lebih banyak proyek. Dengan teraso yang seperti ini, kita dapat memberikan harga yang lebih kompetitif kepada konsumen “, ujar Sonny Prasodjo pemilik industri teraso Espera Stonework. Beliau juga mengungkapkan perlunya pengembangan motif teraso buatan untuk lebih memperbanyak variasi motif, sehingga diharapkan pasar akan lebih menerima.

Perbaikan yang dilakukan pada produk teraso ini, telah mendapatkan penghargaan dari PMMI (Perhimpunan Manajeman Mutu Indonesia) pada acara tahunan Konvensi Mutu tingkat nasional tahun 2014 dengan predikat Excellent Medali. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi modal untuk terus mengembangkan produk yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Tolong Di Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •