Perlunya Konsep Bangunan Anti Bencana Untuk Melindung Bangunan

Bencana alam memang bisa datang dengan tidak terduga, kita harus selalu siap menghadapinya. Sebab, rumah dan segala sesuatu yang ada di dalamnya merupakan salah satu investasi terbesar bagi seseorang. Oleh sebab itu kita akan berusaha untuk melindung bangunan yang kita miliki dengan segala kemampuan kita, salah satunya adalah dengan konsep bangunan anti bencana.

Bangunan Anti Bencana

Indonesia seakan tidak henti-hentinya dari bencana, setelah memasuki tahun 2014 becana-bencana tersebut seperti semakin parah. Mulai dari badai yang menimpa kota Manado, banjir yang hampir merata di seluruh negeri, gempa bumi, gunung meletus dan lain sebagainya. Hal ini sangat erat kaitannya dengan iklim yang semakin tidak menentu, cuaca yang cenderung menjadi lebih ekstrim sehingga kondisi alam menjadi semakin tidak bersahabat.

Khususnya di bumi Indonesia, negeri ini dikenal luas oleh masyarakat dunia sebagai daerah ring of fire atau disebut cincin api pasifik ( lingkaran api pasifik ). Daerah yang mencakup wilayah sepanjang 40.000 km ini sering mengalami gempa bumi  dan letusan gunung berapi.

Indonesia tercatat memiliki sekitar 127 gunung berapi yang menjadikan sebagai negara dengan jumlah gunung api terbanyak di dunia. Posisi geologi Indonesia juga berada pada pertemuan tiga lempeng aktif dunia, yaitu Indo-Australia  di bagian selatan, lempeng Euro-Asia di utara, dan lempeng pasifik di sebelah timur. Banyak pakar menyebutnya sebagai wilayah sabuk gempa pasifik karena sering terjadi gempa bumi tektonik. Oleh karena itu, bencana gunung meletus maupun gempa bumi  bukan hal baru di Indonesia.

Kondisi global warming yang semakin parah juga telah menyebabkan cuaca menjadi demikian ekstrim. Namun, walaupun segala usaha pencegahan dan perbaikan telah dilakukan, kita sebagai manusia tidak bisa tinggal diam ketika bencana alam menerjang berulang-ulang tanpa adanya sebuah usaha untuk lebih siap menghadapinya.

Apabila kita perhatikan, bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia antara lain, angin puting beliung, gempa tektonik dan banjir menyebabkan ribuan bangunan rusak parah. Namun terkadang ada beberapa rumah atau bangunan yang tetap berdiri kokoh walau diterjang badai, banjir bahkan gempa bumi sekalipun.

Kenyatan tersebut mungkin mengundang rasa ingin tahu, apakah mungkin sebuah bangunan memiliki daya tahan yang cukup untuk menghadapi bencana alam, apa saja yang harus dilakukan ? Tentu saja jawabannya bukan ditanyakan kepada rumput yang bergoyang. Dari pertanyaan-pertanyaan inilah, kemudian muncul gagasan atau ide.  Ide kreatif untuk mengembangkan teknologi konstruksi dan konsep bangunan anti bencana yang bisa mengatasi berbagai bencana alam tersebut.

Bagikan :