Memahami Usia Pakai Bangunan, Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala

Segala hal memiliki usia hidup, tidak terkecuali juga dengan sebuah bangunan. Apakah Anda menyadari bahwa sebuah bangunan memiliki usia hidup atau usia pakai bangunan? Sebagian orang berpikiran bahwa sebuah bangunan dapat bertahan selamanya karena telah menggunakan bahan material terbaik.

Akan tetapi bahan material terbaik pun memiliki usia pakai. Kalau sebuah hunian dalam pembangunannya tidak menggunakan bahan-bahan berkualitas, sudah pasti dapat mengurangi usia pakai bangunan tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya, usia dari bangunan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

usia pakai bangunan

1. Bahan material

Panggunaan bahan material tidak berkualitas akan sangat berdampak pada daya tahan bangunan secara keseluruhan. Selain itu cara penanganan yang kurang tepat, seperti komposisi semen, pasir dan bahan lain yang salah akan memberikan dampak sangat buruk bagi penghuni bangunan tersebut dari segi keamanan.

2. Lokasi bangunan yang terletak di daerah-daerah yang memiliki tingkat keasaman atau garam pada tanah yang tinggi seperti daerah rawa dan pantai cenderung mempengaruhi daya tahan bahan material.

3. Bencana Alam

Mungkin hal ini tidak dapat kita hindari kecuali melakukan langkah- langkah preventif untuk menjaga agar bangunan tidak rusak secara struktural.

Tahapan-tahapan dan masa pakai dari sebuah bangunan adalah sebagai berikut :

1. Pabrik Material

Meliputi pengambilan bahan baku dari bumi, transportasi bahan-bahan ke lokasi, pembuatan bahan jadi atau setengah jadi, bahan produk pabrikasi dan kemasan serta distribusi produk bangunan.

2. Konstruksi

Semua kegiatan yang berhubungan dengan proyek konstruksi bangunan

3. Penggunaan dan Perawatan

Operasional bangunan, termasuk konsumsi energi, penggunaan air, limbah lingkungan, perbaikan atau penggantian bahan bangunan yang rusak.

4. Habis Usia Pakai

5. Pembongkaran dan pembuangan bangunan.

6. Daur ulang dan penggunaan kembali limbah pembongkaran.

Sebenarnya usia dari sebuah bangunan sudah dapat diketahui dan awal perencanaannya. Itulah sebabnya kita sering melihat bangunan-bangunan tua di luar negeri dengan sengaja dihancurkan karena telah melewati usia pakai bangunan. Bagaimana dengan bangunan hunian Anda?

Bangunan memang perlu diperiksa secara berkala dan teratur untuk memastikan segalanya masih dalam kondisi yang aman. Tapi, untuk memeriksa seluruh bangunan membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Khususnya untuk bangunan yang memiliki lebih dari 2 lantai.

Tapi Anda tidak perlu melakukannya setiap saat, cukup dijadwalkan secara reguler dan lakukan pemeriksaan secepatnya setelah terjadinya bencana. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Pondasi

Walaupun sulit untuk mengetahui kondisi pondasi dari sebuah bangunan, ada beberapa cara untuk mengetahuinya. Yang termudah adalah dengan melihat kondisi bangunan itu sendiri, dari mulai posisi tembok sampai dengan lantai. Apabila terdapat kerusakan parah pada dasar lantai yang merambat ke tembok, besar kemungkinan terjadi kerusakan struktural pada pondasi.

Tembok

Perhatikan keretakan pada tembok, apakah dalam atau hanya sekedar ketidaksempurnaan pada saat pengacian. Lalu bagaimana kondisinya setelah beberapa tahun, apakah mulai terjadi kerontokan pada dinding atau tetap kuat dan kokoh seperti sediakala ? Lakukan segala perbaikan yang diperlukan, periksa terlebih dahulu apakah kerusakan tembok sampai ke dalam atau tidak.

Lantai

Dalam kondisi normal, lantai tidak akan mengalami masalah yang berarti. Namun pada kerusakan yang disebabkan oleh bencana atau kerusakan struktural, lantai bisa mengalami retak yang terjadi karena kerusakan pondasi bangunan.

Atap

Untuk yang ini, Anda dapat melihat apakah ada keretakan pada atap dak, karena sekecil apapun keretakan dapat menimbulkan bocor. Hal lain yang harus diperhatikan adalah genteng melorot, karena tidak pasnya posisi genteng akan menyebabkan kebocoran.

Tolong Di Share :