ConFlexPave, Beton Tipe Baru yang Lebih Kuat Ringan dan Dapat Ditekuk

Para Ilmuwan infrastruktur dari NTU-JTC Industrial Infrastructure Innovation Centre Singapura telah menciptakan beton tipe baru yang disebut ConFlexPave. Beton buatan mereka diklaim bisa ditekuk,lebih kuat,ringan dan lebih tahan lama dibandingkan dengan beton biasa yang berat, rapuh dan mudah pecah dibawah tekanan tinggi.

ConFlexPave

Para ilmuwan ini berinovasi dengan menghasilkan lembaran-lembaran beton tipis pracetak ramah lingkungan untuk kebutuhan instalasi cepat. Mereka mengklaim bahwa waktu yang diperlukan untuk pekerjaan jalan dan trotoar bisa lebih cepat hingga 50 persen dari biasanya.

Profesor Chu Jian, Interim Co-director NTU-JTC I3C mengatakan, ” Kami mengembangkan jenis beton baru yang dapat mengurangi ketebalan dan berat dari lembaran beton pracetak standar, sehingga memungkinkan instalasi cepat dan dapat dengan mudah mengganti beton yang lama yang sebelumnya telah dipersiapkan secara off – site.”

Mr.Koh Chwee, Direktur Jasa Teknisi Divisi JTC dan Co-Direktur I3C NTU-JTC, mengatakan bahwa penemuan teknologi ini akan mengurangi tenaga kerja on-site pada industri konstruksi, meningkatkan keselamatan kerja dan mengurangi waktu kontsruksi. Teknologi ini juga bermanfaat bagi pengguna jalan dengan meniadakan kemacetan yang disebabkan oleh pekerjaan kostruksi.

Bagaimana sih caranya sehingga beton bisa ditekuk ?

Beton biasanya terbuat dari semen, air, kerikil dan pasir. Campuran inilah yang dibutuhkan untuk membuat beton menjadi keras dan kuat, tapi sayangnya tidak fleksibel. Itulah sebabnya beton akan menjadi rapuh dan mudah retak jika menanggung beban yang beratnya melebihi kapasitas.

ConFlexPave khusus dirancang agar memiliki beberapa jenis bahan keras yang dicampur dengan microfibres polymer.Dengan dimasukkannya serat sintetis khusus ini ,selain memungkinkan beton untuk melentur dan membengkok dibawah ketegangan, juga dapat meningkatkan ketahanan selip.

Bahan-bahan keras akan memberikan tekstur permukaan non selip, sedangkan microfibres yang lebih tipis dari rambut manusia ini berfungsi untuk mendistribusikan beban ke seluruh slab sehingga menghasilkan beton yang keras seperti logam.Kerasnya beton setidaknya dua kali beton konvensional dan memiliki daya lentur yang lebih baik.

Sejauh ini ConFlexPave telah berhasil melewati tahap pengujian sebagai lembaran beton berukuran tablet di laboratorium NTU. Ini akan terus ditingkatkan lagi untuk pengujian lebih lanjut selama tiga tahun ke depan dalam kemitraan dengan JTC di lokasi yang tepat di kawasan industri JTC dan di NTU. Apakah Anda tertarik dengan ConFlexPave ?

Share ke media sosial :