Cara Menyulap Ruang Bawah Tangga Menjadi Indah dan Fungsional

Tangga adalah elemen wajib untuk bangunan bertingkat, namun jika tidak diperhatikan dengan baik malah akan berpotensi merusak estetika ruangan. Disamping pemilihan lokasi yang tepat, pemanfaatan ruang bawah tangga juga sangat menentukan estetika interior hunian.

Ruang Bawah Tangga

Mayoritas masyarakat banyak menggunakan area bawah tangga sebagai lemari tambahan. Tapi cara ini menjadi bumerang untuk pemilik rumah. Bukannya menjadi indah, lemari tersebut malah dijadikan gudang dadakan. Semua barang seolah disembunyikan di lemari tersebut, tanpa ditata dan tak terawat. Jadilah lemari itu bau dan penuh debu. Kalau sudah begini tentu fungsi lemari itu tak lagi maksimal.

Tangga yang terletak di tempat strategis dan eye catching, cocok jika area bawahnya turut diexpose. Kalaupun ingin membuatnya menjadi lemari, sebaiknya kita menggunakan penutup transparan untuk lemari tersebut. Sehingga, mau tidak mau kita akan tergerak untuk terus membersihkan dan menata barang- barang yang ada di lemari tersebut.

Jangan lupa, untuk menyediakan lampu atau pencahayaan buatan di dalam lemari, yang akan menyala saat pintu lemari terbuka. Ini akan memudahkan kita saat mencari atau mengambil barang yang dibutuhkan. Untuk lemari kaca, bisa digunakan lampu downlight yang berfungsi memberi fokus penerangan pada obyek yang dipajang.

Untuk jenis pintunya, bisa digunakan pintu geser atau pintu ayun. Selain selera, juga tergantung dengan luas ruangan yang tersedia.

Selain sebagai lemari, ruang bawah tangga juga bisa digunakan untuk banyak hal. Misalnya, sebagai kamar mandi, gudang, ruang sholat, lemari tanam atau powder room. Namun, sebelum mencoba, kenali dulu apa kebutuhan kita. Misalnya, bila rumah kita masih kurang kamar mandi, ruang bawah tangga bisa disulap menjadi kamar mandi. Atau bisa juga dengan menjadikan tempat tersebut menjadi ruang baca.

1. Tangga Dekat Pintu Masuk

Bila posisi tangga terdapat dekat pintu masuk, kita dapat memanfaatkan bawah tangga tersebut sebagai lemari untuk menyimpan sepatu, payung, jaket dan lain sebagainya. Ukuran ruang tidak terlalu masalah karena lemari tersebut akan tidak terlihat atau tertutup, asalkan didalam lemari tersebut tetap rapi dan cukup cahaya.

2. Lemari Expose

Bagi Anda yang memutuskan menggunakan bawah tangga sebagai tempat penyimpanan, barang-barang pajangan dan memiliki nilai estetika, maka ruangan dapat dibiarkan terbuka atau menggunakan pintu kaca. Untuk kepraktisan, dapat juga menggunakan pintu geser satu pintu, ataupun dua pintu tergantung dari kebutuhan. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah penggunaan material rak harus diselaraskan dengan interior rumah.

3. Rak Buku dan Ruang Baca Keluarga

Bila posisi tangga berada di dekat ruang keluarga, maka area bawah tangga dapat digunakan sebagai perpustakaan mini. Dengan menggunakan lemari tempel sebagai raknya, kita dapat menaruh buku-buku dengan apik layaknya display pada toko buku. Penambahan cahaya pada setiap partisi akan menambah keindahan lemari buku tersebut sehingga tidak hanya berfungsi, namun memiliki nilai estetika. Untuk ide ini, sering-seringlah untuk merapihkan buku-bukunya

4. Toilet Bawah Tangga

Batas minimum area yang disarankan adalah 1.5 x 1.5 meter dengan tinggi 1.8 meter pada area yang tidak terhalang tangga. Ukuran minimum ini, hanya cukup untuk sebuah toilet dan wastafel saja, bukan untuk mandi.

Sedangkan untuk ukuran bawah tangga yang lebih besar, kita dapat membuat kamar mandi sungguhan berukuran 2 x 3 meter dengan tinggi 1.8 meter pada bagian yang tidak terhalang tangga, namunĀ  disarankan untuk menciptakan ventilasi supaya kamar mandi tidak terasa pengap dan sempit.Salam Kreatif !