Cara Menghitung Volume Atap Bangunan Baja Ringan

Menghitung volume atap bangunan secara tidak langsung juga akan menghitung beberapa bagian bangunan yang letaknya berada paling atas pada posisi bangunan.Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah menentukan jenis material rangka atap yang akan digunakan.

volume atap bangunan

Pada masa sekarang ini mencari material dari kayu relatif mahal terutama untuk jenis kayu tertentu yang memiliki ketahanan terhadap rayap sehingga sebagian perumahan bertipe minimalis cenderung menggunakan rangka atap berbahan baku baja ringan.

Perbedaan jenis material juga akan menentukan metode yang digunakan dalam menghitung volume atap bangunan.Pekerjaan rangka atap baja ringan dihitung dalam satuan m2 sementara untuk rangka atap yang berbahan baku kayu dihitung dalam satuan m3.

Pada saat Anda menghitung bagian atas bangunan yang Anda hitung adalah rangka atap,penutup atap ( genting ),list plank,talang air dan bubungan atap.Karena dihitung dalam satuan m2 maka biasanya distributor baja ringan telah memperhitungkan harga termasuk dengan talang air sehingga nantinya Anda cukup menghitung luas rangka atap saja.

Menghitung volume atap baja ringan berarti sudah termasuk menghitung luas penutup atasnya juga,sehingga cara perhitungan relatif lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan menghitung rangka atap berbahan dasar kayu.

Namun demikian yang perlu diperhitungkan lagi adalah jenis penutup atap yang akan dipikul oleh rangka atap baja ringan.Hal ini sangat penting untuk diperhatikan dan dipastikan agar tidak terjadi kelebihan beban yang ditanggung oleh rangka atap karena akan mempengaruhi kekuatan dan umur atap.

Untuk menghitung luas rangka atap dengan material berbahan dasar baja ringan yaitu dengan menggunakan  rumus:
V=(PXL)/Cos a
Ada berbagai pendekatan menghitung atap,bisa dengan trapesium tergantung yang paling mudah menurut Anda.

Contoh:

Sudut atap=30 derajat
Cos 30=0.866

Misanya:

L=18×11/0.866=228.6m2
L2=1.2×5.08/0.866=7.039m2
Total=235.7m2

Keterangan:

V=Luas rangka atap(m2)
P=Panjang atap kondisi datar(m)
L=Lebar atap kondisi datar(m)
a=Sudut kemiringan atap(derajat)

Dari hasil perhitungan rangka atap baja ringan diatas maka secara tidak langsung Anda dapat mengetahui kebutuhan luas penutup atapnya yaitu 235.7 m2.

Jika rangka atap menggunakan baja ringan ,maka tidak perlu lagi memperhitungkan biaya untuk talang air yang posisinya terletak pada pertemuan antara jurai,karena biasanya pemesanan rangka baja ringan sudah termasuk talang air.Namun jika ada penambahan talang air di ujung genteng maka anda perlu bernegosiasi ulang dengan distributor baja ringan.

Untuk penutup atap dari genting multiroof maka luas yang Anda hitung telah termasuk dalam bubungan genteng sehingga Anda tidak perlu menghitungnya kembali kecuali untuk jenis multiroof tertentu terkadang ada perbedaan untuk bagian bubungannya.Sedangkan untuk jenis penutup berbahan dasar genteng biasa atau genteng keramik maka Anda perlu menghitung pula jumlah genteng bubungannya.