Informasi Bahan Bangunan

Kenapa Atap Bocor ?

Menjelang musim hujan, bila kita merancang  dan memakai jenis atap yang salah kita pasti menghadapi ancarnan kebocoran rumah. Tak perduli rumah mewah atau sederhana, besar atau mungil. Baik atap baru atau lama, air hujan selalu rnenghadirkan ancarnan. Apalagi hujan deras apalagi disertai angin dengan intensitas yang luar biasa lebat.

Kalau sudan begitu maka tidak mungkin kita hanya berdiam diri saja. Luangkan waktu untuk mengakali atau mengatasi kebocoran yang terjadi. Kebocoran yang terjadi di rumah biasanya disebabkan oleh 3 hal yaitu :

1. Desain atau konstruksi yang salah.

Pada kasus ini, hal yang umum terjadi adalah karena kemiringan atap yang direkomendasikan dan bahan penutup atap kurang diperhatikan. Idealnya atap rumah memiliki sudut kemiringan minimal 30 derajat supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila kemiringannya kurang pasti akan menimbulkan rnasalah serius. Batas kemiringan yang umumnya disarankan antara 30-40 darajat.Apabila derajat kemiringannya lebih dari maka akan menjadi masalah juga, yaitu genteng mudah sekali melorot.

2. Kondisi lingkungan
Perubahan panas dan dingin yang terjadi terus menerus akan mernbuat material atap rumah mengalami keausan atau berubah bentuk. Retak-retak sekecil apapun bila ltu terjadi di atap rumah pasti akan memancing air merembes ke celah-celahnya. Jika dlbiarkan terus menerus, air yang merembes akan semakin parah dan membuat retakan semakin membesar.

Kondisi Iain yang menimbulkan kebocoran adalah tumpukan sampah daun-daun dan apa saja yang diterbangkan olah angin dan tersangkut di atap rumah. Akibat sampah-sampah alamiah ini aliran air menjadi terganggu dan berpotensi menetes ke dalam rumah.

Lumut yang tumbuh di genteng juga bisa menyebabkan terjadinya rembesan air. Retak-retak rambut pada atap rumah akan segera memicu timbulnya lumut-lumut yang mennyebabkan aliran air tidak lancar. Alhasil, lumut ini biasanya menjadi masalah serius pada rumah- rumah yang terletak di daerah dingin atau lembab.

3. Bahan material yang digunakan

Menggunakan atap lembaran seperti asbes, semen fiber, ardex, seng antikarat atau bitumen (aspal), tentu berbeda pemasangannya dengan material seperti genteng tanah Iiat, genteng beton, keramik atau kayu sirap. Pada penggunaan atap asbes masih boleh dengan kemiringan hingga sedikit kurang dari 30 derajat, karena rongga antar bidang yang terbentuk tidak sebanyak material genteng.

Bahan material yang juga tak kalah penting adalah talang air dan nok ( wuwungan ) yang menutup sambungan antar bidang atap. Talang air sekarang pada umumnya menggunakan karet vinil atau seng. Material ini tentu saja kurang elastis, sernentara perubahan cuaca akan membuat pergeseran-pergeseran.

Pada rumah orang dulu, talang air dibuat menggunakan timah yang memiliki kemampuan dapat menyesuaikan kondisi cuaca. Ini berarti bahwa pada saat dingin akan menyusut dan pada saat panas akan melar, tanpa kehilangan kemampuannya untuk melindungi. Namun sekarang bahan ini sangat sulit ditemukan karena dianggap terlalu mahal dan kurang ramah lingkungan. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Anda dalam menghadapi musim penghujan berikutnya.Amin.
Share:

Artikel Terbaru